Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img
spot_img

Lapas Kelas IIA Karawang Buka Dapur Pembinaan bagi Insan Pers, IWO Indonesia Tinjau Langsung Program Ketahanan Pangan dan Asimilasi

Lapas Kelas IIA Karawang Buka Dapur Pembinaan bagi Insan Pers, IWO Indonesia Tinjau Langsung Program Ketahanan Pangan dan Asimilasi
Karawang, Selasa (7/7/2026)

– Di tengah berbagai sorotan publik terhadap lembaga pemasyarakatan di Indonesia, Lapas Kelas IIA Karawang memilih membuka diri kepada insan pers. Melalui kegiatan silaturahmi dan sinergi bersama IWO Indonesia DPD Karawang, pihak lapas memperlihatkan secara langsung berbagai program pembinaan yang dijalankan bagi warga binaan, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan.

Kegiatan tersebut dipimpin
langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’rup, yang mengajak para jurnalis melihat Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai pusat pembinaan kemandirian warga binaan.

Di lokasi, warga binaan tampak aktif mengelola lahan pertanian seluas sekitar 1,7 hektare. Menurut pihak lapas, lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 ton gabah setiap musim panen. Selain sektor pertanian, lapas juga mengembangkan peternakan sapi, domba, ayam pedaging, ayam petelur, serta budidaya ikan patin, nila, bawal, dan ikan mas.

Baca Juga  Syuhada Wisastra Ucapkan Selamat untuk Erlangga

Program tersebut menjadi bagian dari upaya
mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Ketua DPD IWO Indonesia Karawang, Syuhada Wisastra, mengapresiasi keterbukaan pihak Lapas Kelas IIA Karawang yang memberikan kesempatan kepada insan pers untuk melihat secara langsung proses pembinaan di dalam lapas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kalapas Karawang yang telah mengundang IWO Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa media perlu melihat langsung fakta di lapangan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih objektif dan berimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Karawang, Ma’rup, menegaskan bahwa fungsi lembaga pemasyarakatan bukan ⁰semata-mata menjalankan pidana, tetapi juga membina manusia agar memiliki kesempatan memperbaiki diri.

Baca Juga  GOKAR Perkuat Ekosistem Digital Karawang Lewat Dukungan Pelajar SMAN 2 Karawang

“Di sini banyak ilmu pengetahuan, pelatihan, dan edukasi yang kami berikan kepada warga binaan. Tujuan akhirnya adalah agar mereka kembali ke masyarakat dengan keterampilan, memiliki pekerjaan, dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Ma’rup.

Meski demikian, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari besarnya hasil panen atau jumlah ternak yang dikelola. Transparansi pengelolaan program, kesinambungan pembinaan, serta tingkat keberhasilan warga binaan beradaptasi setelah bebas juga menjadi indikator penting yang perlu terus dievaluasi.

Kunjungan insan pers ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pengawasan publik yang konstruktif. Media memiliki peran tidak hanya menyampaikan keberhasilan program pemerintah, tetapi juga memastikan setiap program pembinaan berjalan efektif, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

(Red)

Artikel Lainnya

Tops News

Peristiwa

- Advertisement -spot_img

Populer